GRATIS ONGKIR MINIMAL PEMBELIAN 2 PCS

Doa Kepada Anak Yang Bersin

Kita diperintahkan untuk mendoakan orang yang bersin, yang mengucapkan hamdalah seusai bersin. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita,

Ada 2 orang yang bersin di dekat Nabi ﷺ. Yang satu beliau doakan, dan yang satu tidak beliau doakan. Ketika beliau ditanya alasannya, jawab beliau,

“Dia membaca hamdalah, sementara yang ini tidak membaca hamdalah.” (HR. Bukhari 6221 & Muslim 2991)

Dalam hadis lain, dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda, Apabila ada diantara kalian bersin dan dia memuji Allah (membaca hamdalah) maka doakan dia. Dan jika dia tidak membaca hamdalah, maka jangan doakan dia. (HR. Ahmad 19696 & Muslim 2992)

Yang dimaksud mendoakan di sini adalah mengucapkan “yarhamukallah…”

An-Nawawi mengatakan, Ini penegasan bahwa perintah mendoakan orang yang bersin, berlaku jika dia membaca hamdalah. Dan berisi penegasan larangan mendoakan orang yang bersin, yang tidak memuji Allah.

Karena itu, makruh mendoakan orang yang bersin, yang tidak membaca hamdalah. Jika orang yang bersin itu membaca hamdalah, namun tidak didengar orang, maka dia tidak diperintahkan mendoakannya.

Imam Malik mengatakan, “Tidak perlu mendoakannya sampai dia mendengar yang bersin membaca hamdalah.” (Syarh Sahih Muslim, 18/121)

Bagaimana Jika Anak Kecil Bersin?

Hukumnya sama seperti orang dewasa. Jika dia membaca hamdalah, maka orang yang mendengarnya harus mendoakan yarhamukallah… sebaliknya, jika anak itu tidak mengucapkan hamdalah, tidak didoakan yarhamukallah

Ar-Ruhaibani dalam kitab Mathalib Ulin Nuha dinyatakan,Untuk anak yang bersin dan membaca hamdalah, kita doakan ‘buurika fiik…’ (semoga kamu diberkahi) atau ‘Jabarakallah…’ (semoga Allah menyempurnakanmu), atau ‘yarhamukallah…’ (semoga Allah merahmatimu), demikian yang dinyatakan Syaikh Abdul Qadir. (Mathalib Ulin Nuha, 1/945)

Memahami hal ini, jika ada anak kecil yang bersin, dan dia bisa diajari, maka sebaiknya dia diajak untuk membaca hamdalah. Misalnya, ditanya, “Kalau bersin membaca apa?” setelah dia menjawab ‘Alhamdulillah’, selanjutnya orang tuanya atau siapapun di dekatnya bisa mendoakan, “yarhamukallah…”
.
Sementara jika yang bersin anak kecil yang belum bisa diajari, misalnya masih bayi, apakah bisa diwakili orang tua atau walinya?
.
Dalam Adab Syar’iyah Ibnu Muflih dinyatakan, Jika dia bayi, maka yang membaca hamdalah adalah walinya atau orang yang ada di tempat, lalu didoakan seperti itu (yarhamukallah…). (al-Adab as-Syar’iyah, 2/343)
.
Demikian, Allahu a’lam

Sumber: Konsultasi Syariah

Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.